One Piece Logo

Senin, 25 April 2016

pendekatan dalam BK



BAB I
PENDAHULUAN
1.      Latar belakang
Dalam proses perjalanan hidup manusia, manusia banyak mengalami atau melewati beragam peristiwa-peristiwa dan situasi yang dapat menimbulkan masalah baik itu masalah yang dapat diatasi maupun yang sulit diatasi. Karena itu terkadang seseorang yang mendapatkan sebuah masalah atau bahkan mendapatkan lebih dari satu masalah dalam satu waktu mereka banyak yang mengalah terhadap masalah tersebut tampa berusaha menyelesaikan karena merasa sudah tidak sanggup. Dalam penanganan masalah banayak sekali cara atau pendekatan yang biasanya digunakan oleh seorang konselor dengan bentuk penanganan ataupun penyelesaian masalahnya yang berbeda-beda sesuai dengan permasalahan yang dialami seorang klien. Adapun pendekatan-pendekatan dalam bimbingan dan konselingakan akan kami urai dalam makalah ini.
2.      Rumusan masalah
A.    Apa itu pendekatan dalam Bimbingan dan Konseling pendidikan?
B.     Macam pendeketan dalam Bimbingan dan Konseling ?
C.     Contoh pendekatan dalam pemberian layanan kepada siswa  ?
D.    Apa manfaat adanya pendekatan bimbingan konseling pendidikan ?
3.      Tujuan penulisan
Makalah ini kami susun sebagai bentuk pertanggung jawaban kami atas tugas yang diberikan oleh bapak dosen dalam mata kuliah serta kami juga berharap agar makalah ini dapat menjadi rujukan materi Diskusi khususnya diskusi mengenai pendekatan-pendekatan dalam bimbingan dan konseling















BAB II
PEMBAHASAN


A.    Pengertian pendekatan dalam Bimbingan dan Konseling pendidikan
Pendekatan berasal dari bahasa inggris approach yang salah satu artinya adalah “pendekatan”. Dalam hal pengajaran approach diartikan sebagai a way of beginning something yang artinya adalah “ cara memulai sesuatu”. Karena itu, pengertian dapat diartikan sebagai “cara memulai pembelajaran”. Dan lebih luas lagi, pendekatan berarti seperangkat asumsi mengenai cara atau strategi dalam hal belajar-mengajar.
Dalam bahasa indonesia pendekatan berarti cara, proses, perbuatan mendekati (hendak berdamai, bersahabat  dan sebagainya). Sedangkan dalam istilah antropologi Pendekatan dapat diartikan sebagai usaha dalam rangaka aktivitas meneliti untuk mengadakan hubungan dengan orang yang diteliti.  Jadi dapat disimpulakan bahwa pendekatan dalam bimbingan konseling pendidikan adalah cara atau strategi yang dilakukan oleh guru maupun guru BK dalam menjalin hubungan dengan siswa dalam rangka mengantisipasi masalah maupun menyelesaikan masalah yang dihadapi siawa.

B.      Maam-macam pendekatan dalam bimbingan konseling pendidikan

1.      Pendekatan Preventif
Yaitu pendekatan bimbingan konseling dalam usaha bimbingan yang ditujukan kepada siswa atau sekelompok siswa yang belum bermasalah agar siswa tersebut dapat terhindar dari kesulitan-kesulitan yang mungkin akan mereka hadapi. Layanan bimbingan ini dimaksudkan untuk mencegah timbulnya masalah-masalah pada seorang atau sekelompok siswa[1]. Model pendekatan ini, didasarkan kepada pemikiran bahwa jika guru atau pembimbing dapat mendidik siswa untuk menyadari bahaya dari berbagai kegiatan dan menguasai metode untuk menghindari terjadinya masalah itu, maka pembimbing akan dapat mencegah siswa dari perbuatan-perbuatan yang membahayakan tersebut. Berbagai teknik dapat digunakan dalam pendekatan ini termasuk mengajar dan memberikan informasi.


2.      Pendekatan Kuratif
Yaitu pendekatan bimbingan konseling dalam usaha bimbingan yang ditujukan kepada siswa yang mengalami kesulitan (sudah bermasalah) agar setelah menerima layanan bimbingan ataupun konseling dapat memecahkan sendiri permasalahan atau kesulitannya. Layanan bimbingan ini dimaksudkan untuk “mengobati ataupun untuk menyembuhkan” masalah yang dihadapi siswa. Bimbingan yang bersifat kuratif biasanya diberikan secara individu dalam bentuk konseling[2]. Pendekatan ini juga tidak hanya membantu permasalahan siswa yang bersifat pribadi/individu tetapi juga memberikan bantuan kepada siswa yang memiliki masalah dengan siswa lain.

3.      Pendekatan Developmental
Pendekatan ini merupakan usaha bimbingan knseling yang ditujukan kepada seorang siswa yang memiliki kemampuan/kelebihan, agar kemampuan/kelebihan itu dapat diapat direalisasikan serta ditingkatkan. Bimbingan ini dimaksudkan untuk mengembangkan potensi yang da pada siswa[3]. Pendekatan ini berfungsi distributif, Artinya fungsi bimbingan dalam hal membantu siswa untuk menyalurkan kemampuan (kecerdasan, bakat, minat, cita-cita, prestasi akademis, hobi dan sebagainya kearah pendidikan dan pekerjaan yang sesuai. Penyaluran dalam bidang pendidikan misalnya dalam pemilihan jurusan, pemilihan bidang studi, pemilihan sekolah lanjutan, dan sebagainya, Sedang penyaluran dalam bidang pekerjaan misalnya pemilihan jenis pekerjaan.
Visi bimbingan melalui pendekatan Developmental bersifat edukatif, pengembangan dan outreach. Edukatif karena titik berat layanan bimbingan perkembangan ditekankan pada pencegahan dan pengembangan bukan korektif atau terapeutik, walaupun layanan tersebut juga tidak diabaikan. Pengembangan karena titik sentral sasaran bimbingan dengan pendekatan developmental adalah perkembangan optimal seluruh aspek kepribadian individu dengan strategi/ upaya pokoknya memberikan kemudahan perkembangan melalui perekayasaan lingkungan perkembangan. Outreach karena target populasi layanan perkembangan tidak terbatas pada individu yang bermasalah, tetapi semua individu berkenaan dengan semua aspek kepribadiannya dalam semua konteks kehidupan (masalah, target intervensi, setting, metode, dan lama waktu layanan). ‘Teknik bimbingan yang digunakan meliputi teknik-teknik pembelajaran, pertukaran informasi, bermain peran, tutorial dan konseling’.
C.     Contoh Pendekatan dalam pemberian layanan kepada siswa
1.      Pendekatan Preventif
Contoh :
1)      Masalah : Berkelahi, kenakalan, tidak menghargai guru
Layanan : Seorang guru mengajari siswa untuk bersikap toleran dan memahami orang lain sehingga dapat mencegah munculnya perilaku agresif, tanpa menunggu munculnya krisis terlebih dahulu.
2)      Masalah : Putus sekolah, Pacaran, menggunakan obat terlarang
Layanan : Guru dapat mengajari siswa untuk dapat bertanggung jawab terhadap diri mereka dan orang lain sehingga dapat mencegah keinginan-keinginan yang dapat mengganggu pendidikannya.
2.      Pendekatan Kuratif
Contoh :
1)      Masalah : Berkelahi, kenakalan, tidak menghargai guru
Layanan : Guru dapat memberikan pengertian kepada siswa bahwa apa yang telah dia perbuat itu salah serta perbuatannya bahkan dapat melukai dirinya sendiri dan orang lain dan terlebih lagi hati gurunya sendiri. Hal ini dimaksudkan agar siswa ini tidak mengukangi perbuatannya lagi



2)      Masalah :Putus sekolah, pacaran, menggunakan obat terlarang
Layanan : Seorang guru dapat memberikan pengertian kepada siswa bahwa hal yang dilakukanya bukan hanya dapat merugikan dirinya sendiri tetapi juga orang tuanya serta semua keluarganya bahkan dapat membuat orang tuanya malu karena perbuatannya.
3.      Pendekatan Develpmental
Contoh :
1)      Masalah : siswa yang kurang berminat dengan kegiatan ekstrakurikuler
Layanan : Guru dapat memberikan pencerahan atau penjelasan tentang kegiatan tersebut serta menjelaskan manfaat-manfaat yang bisa didapat ketika mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tersebut
2)      Masalah :Siswa yang cerdas tapi tidak meraih prestasi akademis
Layanan : Guru atau pembimbing memberikan pengertian bahhwa dia itu orangnya cerdas hanya kurang penyaluaran saja jadi sebaiknya dia lebih serius dan konsensentrasi dalam mengikuti pembelajaran.  
D.    Manfaat Pendekatan Bimbingan Konseling pendidikan
1)      Dapat menjaga originalitas siswa
Kepribadian seorang siswa masihlah sangat mudah terpengaruhi oleh pengaruh dari luar khususnya lingkungan tempat mereka tinggal baik itu pengaruh yang baik maupun pengaruh yang buruk dan hal ini bisa dicegah apabila ada tindakan dari orang tua serta guru untuk memberikan pelajaran-pelajarn serta bagaimana untuk memilah hal yang baik dan buruk dan kemungkinan dampaknya apabila ia memilih hal yang buruk.

2)      Dapat terjalinnya hubungan yang baik antara guru dan siswa
Pada dasarnya seorang individu sangat suka ketika dalam melakukan suatu hal ada seseorang yang mendukung dan memberikan arahan-arahan tentang hal yang ia sukai, dalam hal ini seorang guru biasanya memberikan motivasi-motivasa dan dorongan-dorongan yang dapat memicu semangat siswa untuk terus berusaha dan berprestasi
3)      Mempersiapkan mental siswa untuk kejenjang pendidikan selanjutnya
Hal ini dimaksudkan agar ketika seorang siswa melanjudkan pendidikan kejenjang pendidikaan yang lebih tinggi, siswa tersebut tidak terlalu terkejutdengan kondisi tersebut dan secepatnya dapat beradaptasi dengan kondisi tersebut.
4)      Dapat mencegah siswa melakukan hal-hal yang buruk
5)      Dapat mengembangkan potensi yang ada pada siswa .






















BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
1.      pendekatan dalam bimbingan konseling pendidikan adalah cara atau strategi yang dilakukan oleh guru maupun guru BK dalam menjalin hubungan dengan siswa dalam rangka mengantisipasi masalah maupun menyelesaikan masalah yang dihadapi siawa.
2.      Pendekatan Preventif Yaitu pendekatan bimbingan konseling dalam usaha bimbingan yang ditujukan kepada siswa atau sekelompok siswa yang belum bermasalah agar siswa tersebut dapat terhindar dari kesulitan-kesulitan yang mungkin akan mereka hadapi.
3.      Pendekatan Kuratif Yaitu pendekatan bimbingan konseling dalam usaha bimbingan yang ditujukan kepada siswa yang mengalami kesulitan (sudah bermasalah) agar setelah menerima layanan bimbingan ataupun konseling dapat memecahkan sendiri permasalahan atau kesulitannya.
4.      Pendekatan Developmental Pendekatan ini merupakan usaha bimbingan knseling yang ditujukan kepada seorang siswa yang memiliki kemampuan/kelebihan, agar kemampuan/kelebihan itu dapat diapat direalisasikan serta ditingkatkan. Bimbingan ini dimaksudkan untuk mengembangkan potensi yang da pada siswa

B.     Saran
Berdasarkan uraian makalah ini penyusun dapat memberikan saran kepada para tenaga pengajar agar sekiranya lebih banyak lagi memberikan motivasi-motivasi kepada para siswa  agar siswa lebih bisa bersemangat dalam menuntut ilmu. Selanjutnya untuk para siswa agar sekiranya untuk menetapkan tujun utamanya untuk menuntut ilmu dan berusaha untuk tidak terjerumus pada hal-hal yang dapat menganggu prosesnya dalam menuntut ilmu.








DAFTAR PUSTAKA

Mu’awanah Elfi,  Hidayah Rifa. 2009. Bimbingan Konseling Islam di Sekolah Dasar. Jakarta : PT Bumi aksara.


[1] Hj.Elfi mu’awanah dan Rifa Hidayat, Bimbingan Konseling Islam Di Sekolah Dasar, (Jakarta: PT Bumi Aksar, 2009), hal.71
[2] Ibid, hal.8
[3] Ibid.,

makalah kelurga sakinah





KATA PENGANTAR

Pertama-tama kami panjatkan puji syukur kehadirat ALLAH SWT, karena dengan rahmat dan hidayah-Nya, penulis dapat menulis makalah ini sesuai dengan waktu yang telah ditentukan tanpa ada hambatan yang berarti. Shalawat serta salamnya semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, beserta keluarganya dan para sahabatnya, dan juga kepada kita semua selaku umatnya yang insya Allah selalu mengikuti ajaran sunahnya.
Makalah ini merupakan hasil pencarian penyusun dari berbagai sumber dan merupakan salah satu persyaratan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah.
Penyusun menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini,dan jauh dari sempurna,itu di karenakan keterbatasan yang penyusun miliki, oleh sebab itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca agar makalah ini dapat menjadi lebih baik lagi.



2 maret 2016

Penyusun






KATA PENGANTAR ............................................................................................... i
DAFTAR ISI ............................................................................................................ ii
BAB I : PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang ................................................................................. 1
2.      Rumusan Masalah ............................................................................ 1
3.      Tujuan Penulisan.............................................................................. 1
BAB II : PEMBAHASAN
A.     Pengertian dan fungsi Keluarga..................................................................... 2
B.     Keluarga Modern ......................................................................................... 4
1.      Penyebab adanya keluarga modern .................................................. 5
2.      Ciri-ciri keluarga modern ................................................................. 6
C.     Keluarga Sakinah ......................................................................................... 6
1.      Ciri-ciri keluarga sakinah ................................................................. 7
2.      Tujuan atau Visi keluarga sakinah ................................................... 7
D.     Keluarga Modern tapi Sakinah ..................................................................... 8
E.      Kiat-kiat Keluarga Modern Tapi Sakinah ..................................................... 8
BAB III : PENUTUP
A.     Kesimpulan ................................................................................................ 10
B.     Saran .......................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA    BAB I

PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang
              Keluarga merupakan suatu hal yang dapat dikatakan merupakan suatu hal yang pasti dimiliki oleh semua orang, baik itu keluarga besar ataupun keluarga kecil yang terdiri dari seorang ayah, ibu, dan anak. Dimana tugas seorang ayah yaitu untuk memenuhi segala kebutuhan keluarga dan ibu memenuhi segala kebutuhan dalam hal yang berkaitan dengan urusan rumah tangga. Dizaman modern ini hal tersebut diatas sudah mulai pudar, seolah tidak ada lagi batasan siapa pencari nafka dalam sebuah kelurga. Sebagian keluarga memang masih mengandalkan seorang ayah sebagai pencari nafkah utama, sebagian lagi justru seorang ibu sebagai “pemasok” dana yang utama dalm keluarga. Pola pikir masyarakat sekarang ini selalu mengalami perkembangan, baik itu kearah yang baik maupun kearah yang merusak, bersamaan dengan itu, produk dari kebudayaan masyarakat pun akan terus berubah seiring dengan kompleksitas kebutuhan yang harus dipenuhi di zaman itu. Dalam memahami bentuk keluaraga dalam masyarakat sekarang tentu akan sangat berbeda dengan masyarakat atau keluarga yang dapat dikatakan masih konservatif, kuno, atau klasik. Dan dalam hal ini bagaimana menciptakan keluarga modern yang sakinah tentu tidaklah mudah semudah membalikan tangan karena banyaknya pandangan masyarakat mengenai keluarga modern serta keluarga yang sakinah.
2.      Rumusan Masalah
A.    Apa itu keluarga ?
B.     Apa itu kelurga modern ?
C.     Apa itu keluarga sakinah ?
D.    Apa itu keluarga modern tapi sakinah ?
E.     Bagaimana kiat kelurga modern dan sakinah ?


3.      Tujuan penulisan
              Makalah ini disusun sebagai pemenuhan tugas yang diberikan oleh Ibu Dosen sebagai salah satu tugas kelompok, penyusun juga berharap makalah ini dapat menjadi bahan rujukan dalam diskusi atau sharing khususnya diskusi yang membahas mengenai keluarga modern tapa sakinah serta penyusun juga berharap makalah ini dapat menjadi referensi terkait keluarga modern tapi sakinah.

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian dan Fungsi Keluarga

              Keluarga merupakan kelompok primer yang terpenting dalam masyarakat. Secara historis keluarga terbentuk paling tidak dari satuan organisasi yang terbatas, dan mempunyai ukuran yang minimum, terutama pihak-pihak yang awalnya mengadakan suatu ikatan. Keluarga adalah komposisi dari ayah, ibu, dan anak-anak yang bertempat tinggal dalam satu atap serta diperkuat oleh sentimenbaik secara tradisional maupun emosional yang mengalami suatu pengalaman bersama.
              Keluarga adalah sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan, kelahiran, dan adopsi yang bertujuan untuk menciptakan, mempertahankan budaya, dan meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional, serta sosial dari tiap anggota keluarga.
              Bussard dan Ball mengemukakan bahwa keluarga merupakan lingkungan sosial yang sangat dekat hubungan dengan seseorang. Di keluarga dibesarkan, bertempat tinggal, berinteraksi, satu dengan yang lain, dibentuknya nilai-nilai, pola pemikiran, dan kebiasaannya dan berfungsi sebagai saksi segenap budaya luar, dan mediasi hubungan anak dan lingkunganny.[1]
              WHO merumuskan bahwa keluarga adalah anggota rumah tangga yang saling berhubungan melalui pertalian darah, adopsi atau perkawinan.[2]
             


              Fungsi keluarga dalam tatanan masyarakat dapat dibagi menjadi lima antara lain sbb:
·         Fungsi Sosialisasi
            Proses perkembangan dan perubahan yang dilalui individu yang menghasilkan interaksi social dan belajar berperan dalam lingkungan social. Proses sosialisasi dimulai sejak lahir. Keluarga merupakan tempat individu untuk belajar sosialisasi. Anggota keluarga belajar disiplin, belajar tentang norma-norma, budaya dan perilaku melalui hubungan dan interaksi dalam keluarga.
·         Fungsi Reproduksi
            keluarga mempunyai fungsi produksi, karena keluarga dapat menghasilkan keturunan secara sah.
·         Fungsi Ekonomi
            kesatuan ekonomi mandiri, anggota keluarga mendapatkan dan membelanjakan harta untuk memenuhi keperluan
·         Fungsi Protektif
keluarga harus senantiasa melindungi anggotanya dari ancaman fisik, ekonomis dan psiko sosial. Masalah salah satu anggota merupakan masalah bersama seluruh anggota keluarga.
·         Fungsi Rekreatif
Keluarga merupakan pusat rekreasi bagi para anggotanya. Kejenuhan dapat dihilangkan ketika sedang berkumpul atau bergurau dengan anggota keluarganya.
·         Fungsi Afektif
Keluarga memberikan kasih sayang, pengertian dan tolong menolong diantara anggota keluarganya, baik antara orang tu terhadap anak-anaknya maupun sebaliknya.


·         Fungsi Edukatif
Keluarga memberikan pendidikan kepada anggotanya, terutama kepada anak-anak agar anak-anak tumbuh menjadi anak yang mempunyai budi pekerti luhur. Sehingga keluarga merupakan tempat pendidikan yang paling utama.[3]

B.     Keluarga Modern

              Istiah atau kata modern berasal dari bahasa latin yang berarti “sekarang ini”. Dalam pemakainnya kata modern mengalami perkembangan sehingga berubah menjadi sebuah istilah. Modern sebagai sebuah istilah dalam masyarakat kita suda sangat familiar, walaupun masih banyak yang verbalisme.
              Keluarga modern adalah suatu bentuk keluarga yang mengikuti trend(peradaban baru) sebagai akibat dari penyesuaian-penyesuaian terhadap gejalah-gejalah baru yang disebabkan oleh semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Saat ini banyak kita temukan orang-orang yang telah berkeluarga dan secara fisik saling berkumpul dirumah akan tetapi mereka asyik berhubungan dengan rekan-rekan mereka diluar baik dengan SMS, BBM, atau media sosial lainya. Selain penggunaan teknologi informasi keluarga modern juga sangat benyak menggunakan teknologi lainnya yang dapat mempermudah pekerjaan rumah seperti mesin cuci, Rice cooker, kulkas dan lain-lain.
1.      Penyebab adanya Keluarga Modern
              Pada saat era globalisasi dan modernisasi sekarang ini kondisi keluarga atau struktur keluarga yang berhubungan dengan peran keluarga mulai berubah karena masyarakat saat ini makin kompleks. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa hal antara lian :
1)      Pergeseran dari extended family menjadi nuclear family karena anggotany semakin menurun
2)      Singel parent meningkat karena banyaknya perceraian
3)      Orang berumah tangga tampa menikah meningkat karena kumpul kebo
4)      Rumah tangga yang sendiri atau mandiri meningkat
5)      Adanya pekerjaan perempuan diluar keluarga sehingga pembagian kerja dalam rumah tangga berubah
6)      Status perceraian relatif biasa
                        Keluarga berubah seiring dengan perubahan jaman, perubahan yang diinginkan biasanya bermuara pada kesejahtraan dan kebahagian, namun kenyataannya yang sering terjadi adalah hal lain. Kenyataan ini sering diingkari sehingga masalah yang muncul menjadi lebih besar dari yang seharusnya.
2.      Ciri-ciri keluarga Modern antara lain
1)      Keluarga modern sangat cinta materi
2)      Cenderung menyukai kebebasan
3)      Lemah dalam hal agama
4)      Sebagian mereka terjerumus pada narkoba, alkohol, dan pergaulan bebas
5)      Gaya hidup dengan Tekhnologi komunikasi
6)      Gaya hidup Instan
7)      Bercengkrama di tempat-tempat tertentu seperti Cafe
8)      Mobilitas yang tinggi
9)      Menjadikan status/strata sebagai suatu yang penting.
10)  Tidak terlalu bisa menjalin silaturahmi dengan masyarakat sekitar tempat ia tinggal


C.     Keluarga Sakinah

              Kata “sakinah” barasal dari bahasa Arab yang artinya tenang,terhormat, aman, penuh kasih sayang, mantap, dan memperoleh pembelaan. Menurut al-jurjanji (ahli bahasa) sakinah adalah adanya ketentraman dalam hati pada saat datangnya sesuatu yang tidak diduga bersamaan dengan datangnya nur (cahaya) dalam hati yang memberi ketenengan dan ketentraman pada yang menyaksikannya, dan merupakan keyakinan berdasarkan penglihatan.
              Lebih lanjut diperjelas oleh Nabi SAW di dalam hadisnya bahwa di dalam keluarga sakinah terjalin hubungan suami-istri yang serasi dan seimbang, tersalurkan nafsu seksual dengan baik di jalan yang diridhoi Allah SWT, terdidiknya anak-anak yang shaleh dan shalihah, terpenuhi kebutuhan lahir, bathin, terjalin hubungan persaudaraan yang akrab antara keluarga besar dari pihak suami dan dari pihak istri, dapat melaksanakan ajaran agama dengan baik, dapat menjalin hubungan yang mesra dengan tetangga, dan dapat hidup bermasyarakat dan bernegara secara baik pula.[4]
              Menurun Rasyid Ridha, Sakinah adalah sikap jiwa yang timbul dari suasana ketenangan dan merupakan lawan dari goncangan batin dan ketakutan.
              Menurut Zaitun subhan, istilah “keluarga sakinah” merupakan dua kata yang saling melengkapi, kata sakinah sebagai kata sifat, yaitu untuk menyifati atau menerangkan kata keluaraga. Keluarga yang tenang, tentram bahagia dan sejahtra. Dengan demikian dari beberapa pendapat diatas, bahwa keluarga sakinah dapat berarti keluarga yang tngguh dan didalamnya setiap anggota menemukan ketenangan dan ketentraman jiwa. Keluarga sakinah tidak lain adalah keluarga yang bahagia lahir batin, penuh cinta dan kasih sayang.

1.      Ciri-ciri Keluarga sakinah antar lain :
a.       Menurut hadis Nabi, pilar keluarga sakinah itu ada empat (idza aradallohu bi ahli baitin khoiran dst); (a) memiliki kecenderungan kepada agama, (b) yang muda menghormati yang tua dan yang tua menyayangi yang muda, (c) sederhana dalam belanja, (d) santun dalam bergaul dan (e) selalu introspeksi. Dalam hadis Nabi juga disebutkan bahwa: “ empat hal akan menjadi faktor yang mendat4angkan kebahagiaan keluarga (arba`un min sa`adat al mar’i), yakni (a) suami / isteri yang setia (saleh/salehah), (b) anak-anak yang berbakti, (c) lingkungan sosial yang sehat , dan (d) dekat rizkinya.” 
b.      Saling menghormati dan saling menghargai antara suami isteri, sehingga terbina kehidupan yang rukun dan damai.
c.       Setia dan saling mencintai sehingga dapat dicapai ketenangan dan keamanan lahir batin yang menjadi pokok kekalnya hubungan.
d.      Mampu menghadapi segala persoalan dan segala kesukaran dengan arif dan bijaksana, tidak terburu-buru, tidak saling menyalahkan dan mencari jalan keluar dengan kepala dingin.
e.       Saling mempercayai, tidak melakukan hal yang menimbulkan kecurigaan dan kegelisahan.
f.       Saling memahami kelebihan dan kekurangan.
g.      Konsultatif dan musyawarah, tidak segan minta maaf jika bersalah.
h.      Tidak menyulitkan dan menyiksa pikiran tetapi secara lapang dada dan terbuka.
i.        Dapat mengusahakan sumber penghasilan yang layak bagi seluruh keluarga.
j.        Semua anggota keluarga memenuhi kebahagiaannya.
k.      Menikmati hiburan yang layak.[5]

2.      Tujuan atau visi keluarga sakinah
a)      Sebagai penyaluran  Hasrat seksual
b)      Agar mendapat ketenangan jiwa
c)      Memenuhi tuntutan keturunan
d)     Media mendidik anak
e)      Mewujudkan kohesi sosial
f)       Mengantisipasi masyarakat dari keterpurukan.[6]

D.    Keluarga Modern tapi Sakinah
            Dari hal-hal yang telah diuraikan diatas baik itu kelurga modern atau keluarga sakinah, dimana keluarga modern adalah keluarga yang mengikti trend yang sedang berlaku serta memiliki ciri-ciri seperti sangat mencintai materi, menyukai kebebasan, dll. Sedangkan keluarga sakinah adalah keluarga yang didalamnya penuh cinta, ketentraman ketenangan yang dirasak oleh setiap anggota keluarga.

            Keluarga modern tapi sakinah adalah keluarga modern atau keluarga yang mengikuti trend masa kini tetapi tetap tidak melupakan nilai-nilai agama serta hak-hak dan kewajiban masing-masing anggota keluarga sehingga dapat terciptanya keluarga yang didalamnya dipenuhi dengan ketentraman, ketenangan dan dihiasi oleh kasih sayang. Artinya meskipun setiap anggota mengikuti perkembangan jaman setiap anggota keluarag tetap tidak melupakan kewajiban-kewajiban yang harus mereka berikan kepada keluarga, contohnya seorang ayah harus tetap mengingat kewajibannya untuk memberikan nafkah kepada keluarganya, selanjutnya seorang istri yang berkewajiban melayani seoarng suami dan anak berkewajiban untuk menuntut ilmu dan masih banyak lagi. Jadi pada intinya keluarga modern tapi sakinah adalah keluarga yang mengikuti trend dan tetap menjujung nilai agama dan budaya hormat menghormati dari setiap anggota keluarga.
E.     Kiat-kiat Keluarga Modern tapi Sakinah
a)      Berkomitmen mengikuti alur modernisasi dan tetap mengamalkan ajaran agama.
b)      Tetap mengingat kewajiban setelah pekerjaan.
c)      Istri tetap mengingat bahwa suami adalah kepala rumah tangga meski penghasilan suami lebih sedikit ketimbang sang istri.
d)     Lebih bijak dalam penggunaan tekhnologi informasi seperti Media sosial.
e)      Dapat menjaga masing-masing pandangan ketika berada diluar rumah atau tempat kerja.
f)       Tetap saling menghargai dan mengetahui kelebihan serta kekurangan pasangan.
g)      Dapat saling berintropeksi diri.
h)      Melakukan musyawarah apabila ada masalah dalam keluarga.
i)        Menjadwalkan liburan rutin bersama keluarga seperti rekreasi atau jalan-jalan.[7]






BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
1.      Keluarga merupakan kelompok primer yang terpenting dalam masyarakat. Secara historis keluarga terbentuk paling tidak dari satuan organisasi yang terbatas, dan mempunyai ukuran yang minimum, terutama pihak-pihak yang awalnya mengadakan suatu ikatan.
2.      Fungsi keluarga dalam tatanan masyarakat antara lain: Fungsi Biologis, Fungsi Psikologis, Fungsi Sosial budaya, Fungsi Sosial,Fungsi Pendidikan.
3.      Keluarga modern adalah suatu bentuk keluarga yang mengikuti trend(peradaban baru) sebagai akibat dari penyesuaian-penyesuaian terhadap gejalah-gejalah baru yang disebabkan oleh semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan tekhnologi.
4.      Keluarga sakinah adalah keluarga yang bahagia lahir batin, penuh cinta dan kasih sayang.
5.      Keluarga modern tapi sakinah adalah keluarga modern atau keluarga yang mengikuti trend masa kini tetapi tetap tidak melupakan nilai-nilai agama serta hak-hak dan kewajiban masing-masing anggota keluarga sehingga dapat terciptanya keluarga yang didalamnya dipenuhi dengan ketentraman, ketenangan dan dihiasi oleh kasih sayang.
B.    Saran
            Untuk setiap keluarga yang sudah mulai atau bahkan sudah termasuk keluarga modern agar tetap jangan lupa apa tujuan anda membentuk keluarga, selanjutnya gunakanlah tekhnologi secara bijak baik itu tekhnologi informasi atau tekhnologi lainnya karna banyak keluarga yang rusak karna penggunan teknologi yang salah dan yang terpenting dalam keluarga adalah membina keluarga karena Allah SWT dengan pedoman Al-Qur’an dan Hadist Nabi Rasulullah SAW.
DAFTAR PUSTAKA
Arifuddin.2015. Keluarga Dalam Pembentukan Akhlak Islamiah. Yogyakarta: Penerbit Ombak
Abdul, Muhammad dan Muhamma, Mahmud.2005. Membangun Keluarga Qur’an(Panduan Untuk Wanita Muslimah). terj. Kamran AS’adIrsyady.Jakarta:AMZAH
Harahap, Shahrin. 1996.  Islam Dinamis: Menegakkan Nilai-Nilai Ajaran al-Qur’an dalam Kehidupan Modern Di Indonesia, Yogyakarta: Tiara Wacana.





[1]  Dr. Arifuddin, M.Ag. Keluarga Dalam Pembentukan Akhlak Islamiah. (Yogyakarta:Penerbit Ombak, 2015) hal.52
[2]  Ibid.
[3] Arifuddin, Keluarga dalam pembentukan Akhlak Islamiah., Yogyakarta:Ombak,2015,
[4] . Fuad Kauma dan Nipan, Membimbing Istri Mendampingi Suami (Yogyakarta: Mitra Pustaka, 2003), hal. 8

[5]Shahrin Harahap, Islam Dinamis: Menegakkan Nilai-Nilai Ajaran al-Qur’an dalam Kehidupan Modern Di Indonesia, Yogyakarta: Tiara Wacana, 1996, hlm. 164.
[6] Mahmud Muhammad Al-Jauhari dan Muhammad Abdul Hakim Khayyal. Membangun Keluarga Qur’an(Panduan Untuk Wanita Muslimah). terj. Kamran AS’ad Irsyady, (Jakarta: AMZAH.2005) Hal.15-22
[7] Penyusun. Hasil analisIs dari pembahasan tentang keluarga modern dan keluarga sakinah pada makalah ini