One Piece Logo

Senin, 25 April 2016

pendekatan dalam BK



BAB I
PENDAHULUAN
1.      Latar belakang
Dalam proses perjalanan hidup manusia, manusia banyak mengalami atau melewati beragam peristiwa-peristiwa dan situasi yang dapat menimbulkan masalah baik itu masalah yang dapat diatasi maupun yang sulit diatasi. Karena itu terkadang seseorang yang mendapatkan sebuah masalah atau bahkan mendapatkan lebih dari satu masalah dalam satu waktu mereka banyak yang mengalah terhadap masalah tersebut tampa berusaha menyelesaikan karena merasa sudah tidak sanggup. Dalam penanganan masalah banayak sekali cara atau pendekatan yang biasanya digunakan oleh seorang konselor dengan bentuk penanganan ataupun penyelesaian masalahnya yang berbeda-beda sesuai dengan permasalahan yang dialami seorang klien. Adapun pendekatan-pendekatan dalam bimbingan dan konselingakan akan kami urai dalam makalah ini.
2.      Rumusan masalah
A.    Apa itu pendekatan dalam Bimbingan dan Konseling pendidikan?
B.     Macam pendeketan dalam Bimbingan dan Konseling ?
C.     Contoh pendekatan dalam pemberian layanan kepada siswa  ?
D.    Apa manfaat adanya pendekatan bimbingan konseling pendidikan ?
3.      Tujuan penulisan
Makalah ini kami susun sebagai bentuk pertanggung jawaban kami atas tugas yang diberikan oleh bapak dosen dalam mata kuliah serta kami juga berharap agar makalah ini dapat menjadi rujukan materi Diskusi khususnya diskusi mengenai pendekatan-pendekatan dalam bimbingan dan konseling















BAB II
PEMBAHASAN


A.    Pengertian pendekatan dalam Bimbingan dan Konseling pendidikan
Pendekatan berasal dari bahasa inggris approach yang salah satu artinya adalah “pendekatan”. Dalam hal pengajaran approach diartikan sebagai a way of beginning something yang artinya adalah “ cara memulai sesuatu”. Karena itu, pengertian dapat diartikan sebagai “cara memulai pembelajaran”. Dan lebih luas lagi, pendekatan berarti seperangkat asumsi mengenai cara atau strategi dalam hal belajar-mengajar.
Dalam bahasa indonesia pendekatan berarti cara, proses, perbuatan mendekati (hendak berdamai, bersahabat  dan sebagainya). Sedangkan dalam istilah antropologi Pendekatan dapat diartikan sebagai usaha dalam rangaka aktivitas meneliti untuk mengadakan hubungan dengan orang yang diteliti.  Jadi dapat disimpulakan bahwa pendekatan dalam bimbingan konseling pendidikan adalah cara atau strategi yang dilakukan oleh guru maupun guru BK dalam menjalin hubungan dengan siswa dalam rangka mengantisipasi masalah maupun menyelesaikan masalah yang dihadapi siawa.

B.      Maam-macam pendekatan dalam bimbingan konseling pendidikan

1.      Pendekatan Preventif
Yaitu pendekatan bimbingan konseling dalam usaha bimbingan yang ditujukan kepada siswa atau sekelompok siswa yang belum bermasalah agar siswa tersebut dapat terhindar dari kesulitan-kesulitan yang mungkin akan mereka hadapi. Layanan bimbingan ini dimaksudkan untuk mencegah timbulnya masalah-masalah pada seorang atau sekelompok siswa[1]. Model pendekatan ini, didasarkan kepada pemikiran bahwa jika guru atau pembimbing dapat mendidik siswa untuk menyadari bahaya dari berbagai kegiatan dan menguasai metode untuk menghindari terjadinya masalah itu, maka pembimbing akan dapat mencegah siswa dari perbuatan-perbuatan yang membahayakan tersebut. Berbagai teknik dapat digunakan dalam pendekatan ini termasuk mengajar dan memberikan informasi.


2.      Pendekatan Kuratif
Yaitu pendekatan bimbingan konseling dalam usaha bimbingan yang ditujukan kepada siswa yang mengalami kesulitan (sudah bermasalah) agar setelah menerima layanan bimbingan ataupun konseling dapat memecahkan sendiri permasalahan atau kesulitannya. Layanan bimbingan ini dimaksudkan untuk “mengobati ataupun untuk menyembuhkan” masalah yang dihadapi siswa. Bimbingan yang bersifat kuratif biasanya diberikan secara individu dalam bentuk konseling[2]. Pendekatan ini juga tidak hanya membantu permasalahan siswa yang bersifat pribadi/individu tetapi juga memberikan bantuan kepada siswa yang memiliki masalah dengan siswa lain.

3.      Pendekatan Developmental
Pendekatan ini merupakan usaha bimbingan knseling yang ditujukan kepada seorang siswa yang memiliki kemampuan/kelebihan, agar kemampuan/kelebihan itu dapat diapat direalisasikan serta ditingkatkan. Bimbingan ini dimaksudkan untuk mengembangkan potensi yang da pada siswa[3]. Pendekatan ini berfungsi distributif, Artinya fungsi bimbingan dalam hal membantu siswa untuk menyalurkan kemampuan (kecerdasan, bakat, minat, cita-cita, prestasi akademis, hobi dan sebagainya kearah pendidikan dan pekerjaan yang sesuai. Penyaluran dalam bidang pendidikan misalnya dalam pemilihan jurusan, pemilihan bidang studi, pemilihan sekolah lanjutan, dan sebagainya, Sedang penyaluran dalam bidang pekerjaan misalnya pemilihan jenis pekerjaan.
Visi bimbingan melalui pendekatan Developmental bersifat edukatif, pengembangan dan outreach. Edukatif karena titik berat layanan bimbingan perkembangan ditekankan pada pencegahan dan pengembangan bukan korektif atau terapeutik, walaupun layanan tersebut juga tidak diabaikan. Pengembangan karena titik sentral sasaran bimbingan dengan pendekatan developmental adalah perkembangan optimal seluruh aspek kepribadian individu dengan strategi/ upaya pokoknya memberikan kemudahan perkembangan melalui perekayasaan lingkungan perkembangan. Outreach karena target populasi layanan perkembangan tidak terbatas pada individu yang bermasalah, tetapi semua individu berkenaan dengan semua aspek kepribadiannya dalam semua konteks kehidupan (masalah, target intervensi, setting, metode, dan lama waktu layanan). ‘Teknik bimbingan yang digunakan meliputi teknik-teknik pembelajaran, pertukaran informasi, bermain peran, tutorial dan konseling’.
C.     Contoh Pendekatan dalam pemberian layanan kepada siswa
1.      Pendekatan Preventif
Contoh :
1)      Masalah : Berkelahi, kenakalan, tidak menghargai guru
Layanan : Seorang guru mengajari siswa untuk bersikap toleran dan memahami orang lain sehingga dapat mencegah munculnya perilaku agresif, tanpa menunggu munculnya krisis terlebih dahulu.
2)      Masalah : Putus sekolah, Pacaran, menggunakan obat terlarang
Layanan : Guru dapat mengajari siswa untuk dapat bertanggung jawab terhadap diri mereka dan orang lain sehingga dapat mencegah keinginan-keinginan yang dapat mengganggu pendidikannya.
2.      Pendekatan Kuratif
Contoh :
1)      Masalah : Berkelahi, kenakalan, tidak menghargai guru
Layanan : Guru dapat memberikan pengertian kepada siswa bahwa apa yang telah dia perbuat itu salah serta perbuatannya bahkan dapat melukai dirinya sendiri dan orang lain dan terlebih lagi hati gurunya sendiri. Hal ini dimaksudkan agar siswa ini tidak mengukangi perbuatannya lagi



2)      Masalah :Putus sekolah, pacaran, menggunakan obat terlarang
Layanan : Seorang guru dapat memberikan pengertian kepada siswa bahwa hal yang dilakukanya bukan hanya dapat merugikan dirinya sendiri tetapi juga orang tuanya serta semua keluarganya bahkan dapat membuat orang tuanya malu karena perbuatannya.
3.      Pendekatan Develpmental
Contoh :
1)      Masalah : siswa yang kurang berminat dengan kegiatan ekstrakurikuler
Layanan : Guru dapat memberikan pencerahan atau penjelasan tentang kegiatan tersebut serta menjelaskan manfaat-manfaat yang bisa didapat ketika mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tersebut
2)      Masalah :Siswa yang cerdas tapi tidak meraih prestasi akademis
Layanan : Guru atau pembimbing memberikan pengertian bahhwa dia itu orangnya cerdas hanya kurang penyaluaran saja jadi sebaiknya dia lebih serius dan konsensentrasi dalam mengikuti pembelajaran.  
D.    Manfaat Pendekatan Bimbingan Konseling pendidikan
1)      Dapat menjaga originalitas siswa
Kepribadian seorang siswa masihlah sangat mudah terpengaruhi oleh pengaruh dari luar khususnya lingkungan tempat mereka tinggal baik itu pengaruh yang baik maupun pengaruh yang buruk dan hal ini bisa dicegah apabila ada tindakan dari orang tua serta guru untuk memberikan pelajaran-pelajarn serta bagaimana untuk memilah hal yang baik dan buruk dan kemungkinan dampaknya apabila ia memilih hal yang buruk.

2)      Dapat terjalinnya hubungan yang baik antara guru dan siswa
Pada dasarnya seorang individu sangat suka ketika dalam melakukan suatu hal ada seseorang yang mendukung dan memberikan arahan-arahan tentang hal yang ia sukai, dalam hal ini seorang guru biasanya memberikan motivasi-motivasa dan dorongan-dorongan yang dapat memicu semangat siswa untuk terus berusaha dan berprestasi
3)      Mempersiapkan mental siswa untuk kejenjang pendidikan selanjutnya
Hal ini dimaksudkan agar ketika seorang siswa melanjudkan pendidikan kejenjang pendidikaan yang lebih tinggi, siswa tersebut tidak terlalu terkejutdengan kondisi tersebut dan secepatnya dapat beradaptasi dengan kondisi tersebut.
4)      Dapat mencegah siswa melakukan hal-hal yang buruk
5)      Dapat mengembangkan potensi yang ada pada siswa .






















BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
1.      pendekatan dalam bimbingan konseling pendidikan adalah cara atau strategi yang dilakukan oleh guru maupun guru BK dalam menjalin hubungan dengan siswa dalam rangka mengantisipasi masalah maupun menyelesaikan masalah yang dihadapi siawa.
2.      Pendekatan Preventif Yaitu pendekatan bimbingan konseling dalam usaha bimbingan yang ditujukan kepada siswa atau sekelompok siswa yang belum bermasalah agar siswa tersebut dapat terhindar dari kesulitan-kesulitan yang mungkin akan mereka hadapi.
3.      Pendekatan Kuratif Yaitu pendekatan bimbingan konseling dalam usaha bimbingan yang ditujukan kepada siswa yang mengalami kesulitan (sudah bermasalah) agar setelah menerima layanan bimbingan ataupun konseling dapat memecahkan sendiri permasalahan atau kesulitannya.
4.      Pendekatan Developmental Pendekatan ini merupakan usaha bimbingan knseling yang ditujukan kepada seorang siswa yang memiliki kemampuan/kelebihan, agar kemampuan/kelebihan itu dapat diapat direalisasikan serta ditingkatkan. Bimbingan ini dimaksudkan untuk mengembangkan potensi yang da pada siswa

B.     Saran
Berdasarkan uraian makalah ini penyusun dapat memberikan saran kepada para tenaga pengajar agar sekiranya lebih banyak lagi memberikan motivasi-motivasi kepada para siswa  agar siswa lebih bisa bersemangat dalam menuntut ilmu. Selanjutnya untuk para siswa agar sekiranya untuk menetapkan tujun utamanya untuk menuntut ilmu dan berusaha untuk tidak terjerumus pada hal-hal yang dapat menganggu prosesnya dalam menuntut ilmu.








DAFTAR PUSTAKA

Mu’awanah Elfi,  Hidayah Rifa. 2009. Bimbingan Konseling Islam di Sekolah Dasar. Jakarta : PT Bumi aksara.


[1] Hj.Elfi mu’awanah dan Rifa Hidayat, Bimbingan Konseling Islam Di Sekolah Dasar, (Jakarta: PT Bumi Aksar, 2009), hal.71
[2] Ibid, hal.8
[3] Ibid.,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar